AKHLAK PARA SAHABAT NABI DALAM
SEJARAH
ABU BAKAR AS-SHIDDIQ DAN UMAR BIN
KHATTAB
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah “Aqidah Akhlak”
Dosen : H. Wawan Setiawan Abdillah,
M.Ag

Disusun Oleh :
Kelompok 13 Kelas: F/I
Putri Yunisa Sukmana
Rachmah Annisa
Raisa Fadhillah Maraya
ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG
DJATI
BANDUNG
2015
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb
Segala
puji hanya milik Allah SWT. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmatNya kami mampu menyelesaikan makalah
ini guna memenuhi tugas Mata Kuliah Akidah Akhlak. Ucapan terimakasih juga kami
ucapkan kepada Dosen Mata Kuliah Akidah Akhlak atas tugas yang telah diberikan
sehingga dapat menambah pemahaman kami mengenai Akhlak Teladan Para Sahabat
Nabi dalam makalah yang kami buat ini.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun
kami menyadari bahwa kelancaran dalam penulisan dan penyusunan makalah ini
tidak lain berkat Allah SWT, sehingga kendal-kendala yang kami hadapi dapat
teratasi.
Makalah ini
disusun selain untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Akidah Akhlak juga disusun
untuk memperluas ilmu tentang akhlak teladan para sahabat Nabi, yang saya
dapatkan dari berbagai macam sumber informasi dan referensi.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas serta menjadi sebuah
pemikiran kepada pembaca khususnya Mahasiswa Universitas Islam Negeri Bandung.
Saya sadar bahwa
makalah ini amsih abnyak kekurangan dan jauh dari sempurna, untuk itu kepada
Dosen mata Kuliah saya meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami
dimasa yang akan mendatang.
Wassalamualaikum
Wr.Wb.
November, 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR
ISI
......................................................................................................... ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah.................................................................................. 1
BAB 2
PEMBAHASAN
ABU
BAKAR ASH-SHIDDIQ
A. Biografi
Abu Bakar Ash-Shiddiq.......................................................... 3
B. Kemuliaan
Abu Bakar Ash-Shiddiq...................................................... 3
C. Sifat
Luhur Abu Bakar Ash-Shiddiq..................................................... 4
D. Keutamaan
Abu Bakar Ash-Shiddiq..................................................... 4
E. Meneladani
Perilaku Abu Bakar Ash-Shiddiq...................................... 6
F. Pemerintahan
& Peradaban Pada Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq ........ 9
UMAR BIN KHATTAB
A. Biografi
Umar Bin Khattab................................................................ 12
B. Keutamaan
Umar Bin Khattab............................................................ 12
C. Kemuliaan
Umar Bin Khattab ........................................................... 15
D. Tips-TipsKepemimpinan
Umar Bin Khattab...................................... 16
E.
Meneladani Perilaku Umar Bin Khattab ............................................ 16
F.
Pemerintahan dan Peradaban Pada Masa Umar
Bin Khattab ............ 19
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan ..................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 28
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat,
status sebagai Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, tetapi kedudukan
beliau yang kedua sebagai pimpinan kaum muslimin memerlukan penggantinya dengan
segera. Orang itulah yang dinamakan “Khalifah”, artinya orang yang menggantikan
Nabi menjadi kepala kaum muslimin dalam memberikan petunjuk ke jalan yang benar
dan melestarikan hukum-hukum agama Islam. Dialah yang menegakkan keadilan yang
selalu berdiri diatas kebenaran, maka pemerintah Islam dipegang secara
bergantian oleh Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan
Ali ibn Abi Thalib.
Haulafararassidin adalah para
pengganti Nabi. Islam sebagai sebuah ajaran dan dalam sebagai istitusi Negara,
mulai tumbuh dan berkembang padamasa tersebut. Dalam Islam, kedaulatan
tertinggi ada pada Allah SWT, sehingga para pengganti Nabi tidak memiliki
fasilitas ekstra dalam ajaran Islam untuk menentukan sebuah hukum baru, namun
mereka termasuk pelaksana hukum.
Dalam makalah ini, lebih ditekankan pada
pembahasan kilafah pada masa Abu Bakar Ash Shidiq dan Umar bin Khatab dari
mulai pengangkatannya sampai kontribusi-kontribusi yang telah diberikanny untuk
islam dan masyarakat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimanakah
biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq?
2. Apa
kemuliaan Abu Bakar Ash-Shiddiq?
3. Bagaimana
sifat luhur Abu Bakar Ash-Shiddiq?
4. Bagaimanakah
keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq?
5. Bagaimanakah
teladan Abu Bakar Ash-Shiddiq?
6. Bagaimanakah
pemerintahan dan peradaban pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq?
7. Bagaimanakah
biografi Umar bin Khattab?
8. Apa
keutamaan Umar bin Khattab?
9. Bagaimanakah
kemuliaan Umar bin Khattab?
10. Apa
tips-tips kepemimpinan Umar bin Khattab?
11. Bagaimanakah
keteladanan Umar bin Khattab?
12. Bagaimanakah
pemerintahan dan peradaban pada masa Umar bin Khattab?
BAB
2
PEMBAHASAN
ABU
BAKAR ASH-SHIDDIQ
A.
BIOGRAFI ABU BAR ASH-SHIDDIQ
Abu Bakar As-Sidiq adalah khalifah yang paling awal memeluk agama Islam
(assabiqunal awwalun) sahabat Rasullullah SAW. dan juga khalifah pertama yang
dibaiat (ditunjuk) oleh umat Islam. Beliau lahir bersamaan dengan tahun
kelahiran Nabi Muhammad Saw. pada 572 Masehi di Mekah, yang berasal dari
keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya adalah Abdullah ibni Abi Quhaafah.
Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan
kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang
bisa menafsirkan mimpi.
Beliau berkulit putih, berbadan kurus,
hanya terdapat sedikit rambut di pipinya, cekung bola matanya (masuk ke dalam),
menonjol dahinya, keriting rambutnya. Beliau terbiasa mewarnai rambutnya yang
telah beruban dengan warna yang kemerah-merahan dan kebiru-biruan.
Ternyata keislaman Abu Bakar paling
banyak membawa manfaat besar terhadap Islam dan kaum muslimin dibandingkan
dengan keislaman selainnya, karena kedudukannya yang tinggi dan semangat serta
kesungguhannya dalam berdakwah. Dengan keislamannya maka masuk mengikutinya
tokoh-tokoh besar yang masyhur seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi
Waqqas, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Talhah bin Ubaidillah.
B.
KEMULIAAN
ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Rasulullah saw
berkata, "Sesungguhnya orang yang paling banyak berbuat baik kepadaku
dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar as Siddiq." (HR.
Bukhari-Muslim). Rasulullah adalah seseorang yang menanamkan kebaikan kepada
setiap orang yang selamat dari api
neraka, sebab hidayat dan keimanan yang diberikannya. Akan tetapi beliau
mengakui bahwa Abu Bakar as siddiq adalah orang yang paling banyak berbuat baik
kepadanya.
Dengan demikian, jelaslah bagi kita akan kemuliaan yang dimiliki Abu Bakar Ash-Shiddiq. Meskipun kebaikan Abu Bakar terhadap Rasulullah tidak dapat dibandingkan dengan kebaikan Rasulullah kepadanya. Akan tetapi ini merupakan ungkapan rasa syukur Rasulullah atas apa yang dilakukan Abu Bakar kepadanya dan umat ini. Hal ini diperjelas dalam perkataannya yang lain, "Tidak ada tangan seseorang yang bersama kami kecuali kami telah mencukupinya, kecuali Abu Bakar. Sesungguhnya dia memiliki tangan yang telah dicukupi oleh Allah pada hari kiamat." (HR.Tirmidzi).
Dengan demikian, jelaslah bagi kita akan kemuliaan yang dimiliki Abu Bakar Ash-Shiddiq. Meskipun kebaikan Abu Bakar terhadap Rasulullah tidak dapat dibandingkan dengan kebaikan Rasulullah kepadanya. Akan tetapi ini merupakan ungkapan rasa syukur Rasulullah atas apa yang dilakukan Abu Bakar kepadanya dan umat ini. Hal ini diperjelas dalam perkataannya yang lain, "Tidak ada tangan seseorang yang bersama kami kecuali kami telah mencukupinya, kecuali Abu Bakar. Sesungguhnya dia memiliki tangan yang telah dicukupi oleh Allah pada hari kiamat." (HR.Tirmidzi).
C. SIFAT LUHUR ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu tumbuh dengan
akhlak yang mulia, perilaku yang terpuji, dan pribadi yang luhur. Beliau adalah
pedagang dan termasuk pembesar dan penasehat kaum Quraisy. Beliau juga dicintai
oleh kaumnya dan akrab dengan mereka. Tidak terdapat berita yang mengabarkan
bahwasanya beliau radhiyallahu ’anhu menyembah berhala dan meminum khamr pada
masa jahiliyyah. Hal ini disebabkan karena baiknya fitrahnya dan bagusnya
kualitas akalnya. Beliau terkenal dengan sifat tawadhu’, zuhud, dan meneladani
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga ketika beliau dipuji, beliau
berdo’a.
“Ya
Allah engkau lebih tahu tentang diriku daripada aku, dan aku lebih tahu tentang
diriku daripada mereka, Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka
sangka, ampunilah aku dari apa yang mereka tidak ketahui dan jangan siksa aku
atas (pujian) yang mereka katakan.” (Al Ishabah : 335)
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu adalah orang
yang pertama masuk Islam dari kalangan lak-laki dewasa. Tidak ada yang
menunjukkan sempurnanya keimanan Abu Bakar radhiyallahu ’anhu kecuali karena
bersegeranya dalam membenarkan apa yang diberitakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam ketika peristiwa Isra Mi’raj. Dimana pada saat itu kaum Quraisy
mendustakannya dan banyak dari kaum muslimin yang murtad tidak mempercayai
berita tersebut. Akan tetapi Abu Bakar radhiyallahu ’anhu membenarkan peristiwa
Isra Mi’raj.
D. KEUTAMAAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah
bersepakat bahwasanya Abu Bakar radhiyallahu ’anhu adalah manusia paling mulia
pada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah Nabinya. Meskipun sangat
singkat, berikut adalah keutaman-keutamaan yang dimiliki Abu Bakar radhiyallahu
’anhu :
Pertama,
Allah mempersaksikan bahwa Abu Bakar adalah orang yang ikhlas dalam mengamalkan
ajaran Islam. Allah Ta’ala berfirman :
وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى. الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ. وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ. إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ. وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka
itu, Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, Padahal
tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang
Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan” (QS. Al Lail: 17-21)
Kedua, dijamin
masuk surga dan memasuki semua pintu yang ada di sana, padahal saat itu beliau
masih menjejakkan kaki di muka bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang menyumbangkan dua
harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga:
“Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”.
Ketiga, peran
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu dalam jihad (berperang) di jalan Allah. Beliau
mengikuti seluruh peperangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga ketika
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diganggu oleh kaum kafir Quraisy di Makkah,
Abu Bakar-lah yang membelanya. Beliau termasuk (diantara yang sedikit) yang
terus menemani dan melindungi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat perang Hunain
dimana saat itu banyak diantara kaum muslimin lari dari peperangan.
Keempat,
kesungguhan Abu Bakar radhiyallahu ’anhu dalam menyebarkan Islam. Beberapa
sahabat yang masuk Islam melalui perantara Abu Bakar adalah ‘Utsman bin ‘Affan,
Zubair bin ‘Awwam, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’id bin Abi Waqqosh, Tholhah bin
‘Ubaidillah dan yang lainnya radhiyallahu ’anhum ajma’in. Jasa beliau dalam
Islam yang lain adalah pengumpulan Al Qur’an dan kegigihan beliau dalam
menghadapi gerakan murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan tentu masih banyak lagi yang lain.
Kelima, menangis
saat membaca Al-Qur’an. Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang amat lembut
hatinya sehingga tatkala membaca Alquran, matanya senantiasa berurai air mata.
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit menjelang
wafatnya, beliau memerintahkan Abu Bakar agar mengimami kaum muslimin. Lalu
Aisyah mengomentari hal itu, “Sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang yang sangat
lembut, apabila ia membaca Alquran, ia tak mampu menahan tangisnya”. Aisyah
khawatir kalau hal itu mengganggu para jamaah. Namun Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan agar Abu Bakar mengimami kaum
muslimin.
Berikut ada dua hadits yang menunjukkan keutamaan
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu.
“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya
tentang manusia yang paling dicintai dari kalangan laki-laki, maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab Abu Bakar.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Apabila
aku diperbolehkan mengambil kekasih dari umatku maka aku akan memilih Abu Bakar
sebagai kekasih, akan tetapi dia adalah saudaraku (se-Islam) dan sahabatku.”
(HR. Bukhari)
E. MENELADANI PERILAKU ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Sebagai sahabat Nabi tentu Abu Bakar memiliki ahlak
yang luhur dan dapat diteladani oleh kita semua. Sifat yang patut kita
teladaani dari Abu Bakar antara lain:
1. Kasih
sayang, suka menolong, dan dermawan
Abu Bakar adalah salah satu sahabat kaya raya yang
dermawan. Bahkan sejak masuk Islam, dia telah mempersilahkan Rasulullah
menggunakan harta bendanya untuk berdakwah demi kejayaan agama Islam. Abu
Bakar adalah sosok yang pengasih. Hal ini dibuktikan dengan penebusan kepada
seorang budak yang disiksa oleh majikannya karena masuk Islam, dialah Bilal bin
Rabbah. Tidak hanya Bilal, masih banyak lagi budak-budak beragama Islam yang
dibebaskan oleh Abu Bakar.
Kasih sayang, suka menolong dan dermawan merupakan
ahlak yang sangat dianjurkan dalam Islam. Salah satu asmaul husna adalah ar
rahman dan ar rahim, artinya pengasih dan penyayang. Dalam Al Quran dan hadis
kita juga dianjurkan untuk saling menolong. Allah menyuruh kita tolong menolong
dalam hal kebaikan dan taqwa, namun dilarang tolong menolong dalam dosa dan
permusuhan. Mendermakan sebagian harta kita untuk orang lain yang membutuhkan
akan dapat mengurangi dosa kita, menjadikan harta kita bersih dan rizki akan
bertambah banyak.
2. Rendah hati
Sikap rendah hati Abu Bakar terlihat ketika berpidato
di awal pemerintahannya. Abu Bakar berkata kepada umat Islam, ”Bantulah aku
jika aku berada di jalan yang benar, dan bimbinglah aku jika aku di jalan yang
salah. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jika aku
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka janganlah engkau mengikutiku.”
Penyebab iblis menjadi musuh kekal manusia dan
diturunkan dari surga adalah karena sifat sombong iblis. Allah sangat menyukai
orang yang rendah hati, sebaliknya Allah sangat mengutuk orang yang sombong.
Dalam hadis dijelaskan bahwa orang yang sombong tidak akan dapat mencium
wanginya surga.
3. Berjiwa
tenang
Ketika Rasulullah meninggal dunia, semua orang begitu
sedih karena merasa kehilangan orang yang sangat dicintai. Bahkan Umar bin
Khattab sangat marah dan menghunuskan pedang ketika ada orang yang memberi
kabar bahwa Rasululllah meninggal. Namun tidak demikian dengan Abu Bakar, dia
menampakkan kepasrahannya, dia menerima dengan ikhlas atas meninggalnya Rasulullah
SAW.
4. Suka
bermusyawarah
Sebagai seorang pemimpin Abu Bakar jauh dari sifat
otoriter. Dia selalu memutuskan persoalan yang dihadapi umat Islam dengan jalan
musyawarah. Hal ini bisa dilihat ketika Abu Bakar jatuh sakit dan merasa
ajalnya sudah dekat. Dia memanggil para tokoh Islam dari berbagai suku untuk
diajak musyawarah menentukan siapa pengganti khalifah setelah dia meninggal.
Meskipun pada akhirnya Abu Bakar menunjuk sendiri Umar bin Khattab sebagai
penggantinya namun dia tetap menawarkannya kepada para sahabat yang lain.
5. Setia
Saat Rasulullah berturut-turut ditinggal wafat oleh
orang-orang yang disayanginya, Abu Bakar adalah orang yang pandai menghibur
Rasulullah. Abu Bakar juga selalu mendampingi dakwah Rasulullah, baik dalam
keadaan bahagia maupun bahaya. Ketika Nabi mendapatkan perlawanan dari kaum
kafir Quraisy, Abu Bakar selalu membela Rasulullah, bahkan beberapa kali Abu
Bakar berhasil menghentikan perbuatan orang kafir Quraisy yang akan membunuh
Rasulullah. Kesetiaan Abu Bakar terhadap Rasulullah juga dibuktikan ketika Abu
Bakar mendampingi Rasulullah saat hijrah ke Madinah. Padahal kejaran kaum kafir
Quraisy adalah bahaya yang mengancam ketika itu, namun Abu Bakar telah
membuktikan kesetiaannya untuk menemani Rasulullah sampai di Madinah.
6. Bersikap
tegas
Bersikap tegas dalam menghadapi
orang-orang yang murtad, orang-orang yang mengaku sebagai nabi dan orang-orang
yang tidak membayar zakat.
7. Terbuka
untuk kritik
Hal ini dapat terlihat sebagaimana dalam
khutbah pertama setelah beliau dibaiat menjadi khalifah “Apabila aku berbuat
baik, bantulah aku; tapi apabila aku berbuat buruk, maka luruskanlah jalanku”.
Sayyidina Abu bakar telah meletakkan
garis-garis besar kepemimpinan yang menerangkan tentang sifat dan akhlak
pemimpin yang baik. Sifat - sifat tersebut adalah sebagai berikut.
a)
Kepemimpinan kerja dan perbuatan, bukan perkataan.
b)
Takwa dan amal saleh adalah pondasi kepemimpinan.
c)
Menjaga kesatuan dan persatuan pasukan.
d)
Menjelaskan metode kepemimpinan kepada para pengikut.
e)
Menggunakan nasihat yang baik dan pengarahan yang benar
kepada para personel pasukan.
f)
Memperbaiki diri sendiri sebelum orang lain.
g)
Selalu melaksanakan shalat tepat pada waktunya.
h)
Menghormati utusan musuh dan tidak melakukan hal buruk
kepada mereka.
i)
Menjaga rahasia dan menyembunyjkan strategi gerakan
tentara.
j)
Menerima tamu (utusan musuh) di tempat yang
melambangkan kekuatan yang dapat menggentarkan musuh agar dia kembali ke
negerinya dengan membawa berita tentang kekuatan lawan yang dia saksikan.
k)
Menguasai urusan negosiasi terhadap negosiator musuh.
l)
Mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga
keselamatan tentara.
m)
Mengedepankan musyawarah dalam mendiskusikan sebagian
strategi kemiliteran.
n)
Inspeksi rutin terhadap pos-pos penjagaan.
o)
Bersikap adil dalam membagi tugas dan kerja kepada para
prajurit.
p)
Menjatuhkan sanksi kepada tentara yang membangkang atau
melanggar aturan.
q)
Mempunyai sikap hati-hati, sabar, dan tidak terburu¬ -
buru dalam mengambil keputusan.
r)
Memperhatikan kebutuhan prajurit dan memahami permasalahan
yang mereka hadapi.
s)
Tidak memata - matai prajuritnya.
t)
Menjaga standar agama dan akhlak yang dituntut pada
prajurit.
u)
Tidak menyinggung tokoh agama lain dan menjaga hak
orang lain.
v)
Tidak berkhianat dan membatalkan perjanjian secara
sepihak.
w)
Adil kepada semua tanpa pandang bulu, bersikap kasih
sayang, dan tidak berlebihan dalam aksi militer.
x)
Memberikan hak-hak semua personel tanpa mengurangi
sedikitpun.
y)
Memberikan perhatian dan simpati kepada semua personel
tentara, dan mendengarkan (keluhan) mereka.
Itulah garis kepemimpinan yang tidak hanya
sekadar slogan, namun terwujud dalam dirinya. Seorang yang rendah hati, lemah
lembut, dan orang muslim pertama yang membebaskan budak. Tidak
tanggung-tanggung, ia berani menyerahkan seluruh hartanya kepada Rasulullah dan
berkata, "Saya mewariskan Allah dan rasul-Nya untuk keluarga saya."
F.
PEMERINTAHAN
DAN PERADABAN PADA MASA ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan
Islam tumbuh dengan sangat pesat. Ada beberapa perkembangan peradaban Islam
pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yakni:
a. Ilmu Pengetahuan
Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada
masa Nabi, baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya. Dari segi materi
pendidikan Islam terdiri dari pendidikan tauhid atau keimanan, akhlak, ibadah,
kesehatan, dan lain sebagainya. Menurut Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar
membaca menulis ini disebut dengan Kuttab. Kuttab merupakan lembaga pendidikan
yang dibentuk setelah masjid, selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan bahwa
Kuttab didirikan oleh orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat
pembelajaran pada masa ini adalah Madinah, sedangkan yang bertindak sebagai
tenaga pendidik adalah para sahabat Rasul terdekat.
Lembaga pendidikan Islam masjid,
masjid dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan, dan
lembaga pendidikan Islam, sebagai tempat shalat berjama’ah, membaca Al-qur’an
dan lain sebagainya.
b. Sosial Ekonomi
Sebuah lembaga mirip Bait Al-Mal, di
dalamnya dikelola harta benda yang didapat dari zakat, infak, sedekah, harta
rampasan, dan lain-lain. Penggunaan harta tersebut digunakan untuk gaji pegawai
negara dan untuk kesejahteraan ummat sesuai dengan aturan yang ada.
Dari pembahasan diatas, dapat
disimpulkan bahwa pengangkatan khalifah dilakukan secara musyawarah dengan
aklamasi menerima dan mengangkat Abu bakar. Allah sendiri berfirman :
والذين
استجابوا لربهم واقاموا الصلاة وامرهم شوري بينهم ومما رذقننهم ينفقون
“Dan bagi orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan
Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) denngan
musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagaian dari rizki yang kami
berikan kepada mereka”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
khalifah Abu bakar diangkat menjadi Khalifah dengan jalan Musyawarah, walaupun
diantara Sahabat ada yang tidak ikut dalam pembai’atan dan pada akhirnya mereka
melakukan sumpah setia. Dengan demikian, secara nyata, pengangkatan Abu bakar
sebagai khalifah disetujui.
c. Peradaban
Islam
Bentuk peradaban yang paling besar
dan luar biasa dan merupakan satu kerja besar yang dilakukan pada masa
pemerintahan Abu Bakar adalah penghimpunan Al-Qur’an. Abu Bakar Ash-Shiddiq
memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Qur’an dari pelepah
kurma, kulit binatang, dan dari hapalan kaum muslimin. Hal yang dilakukan
sebagai usaha untuk menjaga kelestarian Al-Qur’an setelah Syahidnya beberapa
orang penghapal Al-Qur’an pada perang Yamamah. Umarlah yang mengusulkan pertama
kainya penghimpunan ini. Sejak saat itulah Al-Qur’an dikumpulkan pada satu
Mushaf.
d. Pengumpulan Al-Qur’an
Selama peperangan Riddah, banyak
dari penghafal Al-Qur’an yang tewas. Karena orang-orang ini merupakan penghafal
bagian-bagian Al-Qur’an, Umar cemas jika bertambah lagi angka kematian itu,
yang berarti beberapa bagian lagi dari Al-Qur’an akan musnah. Karena itu,
menasehati Abu Bakar untuk membuat suatu “kumpulan” Al-Qur’an kemudian ia
memberikan persetujuan dan menugaskan Zaid ibn Tsabit karena beliau paling
bagus Hafalannya. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa pengumpulan Al-Qur’an ini
termasuk salah satu jasa besar dari khalifah Abu Bakar.
UMAR
BIN KHATTAB
A.
BIOGRAFI
UMAR BIN KHATTAB
Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza
atau lebih dikenal dengan Umar
bin Khattab (581 - November 644) adalah salah seorang
sahabat Nabi Muhammad yang juga adalah khalifah kedua Islam (634-644). Umar bin
Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw.
Beliau dilahirkan tiga
belas tahun setelah Tahun Gajah. Beliau bertipe keras dan pemberani, berkulit
putih, berbadan tinggi tegap, bertubuh besar dan kuat, apabila berbicara
didengar dan apabila memukul menyakitkan. Di masa jahiliah, ia dididik oleh
sang ayah, al-Khattab, dengan didikan yang keras. Ia dibebani untuk menggembala
untanya setiap hari. Hari-hari yang melelahkan dan memberatkan sering ia lalu,
dan ia pun sering mendapat pukulan bila pekerjaannya tersebut ada yang kurang.
Hal itu semakin menambah kekerasan hati Umar.
Umar juga merupakan satu diantara
empat orang Khalifah yang digolongkan sebagai Khalifah yang diberi petunjuk
(Khulafaur Rasyidin).
Umar dilahirkan di kota Mekkah dari suku Bani Adi,
salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu.
Sebelum menjadi
khalifah, Umar bin Khattab menghidupi
keluarganya dari usaha dagang. Namun ketika diangkat menjadi khalifahl ia sibuk
dengan urusan negara dan pemerintahan. Dan atas usul dari para sahabat
Rasulullah yang lain, ia pun hidup dari tunjangan Baitul Maal.
Sebelumnya, di
masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar menjabat sebagai hakim. la
menjalankan amanah tersebut dengan begitu cerdas, adil, dan tegas, sehingga ia
pemah mengajukan pengunduran diri dari jabatan tersebut kepada Abu Bakar,
karena tak ada lagi perkara kejahatan yang bisa diurusnya.
B. KEUTAMAAN UMAR BIN KHATTAB
Di antara keutamaan dan
keistimewaan sahabat Umar yang lain adalah:
Pertama: Beliau termasuk sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
yang dijamin masuk surga
Abu Hurairah
meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tatkala
aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga, tiba-tiba aku melihat ada
seorang wanita sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku menanyakan milik
siapakah istana itu, lalu dikatakan, ‘Milik Umar.’ Maka aku melihat kecemburuan
pada diri Umar hingga aku pun pergi meninggalkannya.” Kemudian Umar menangis
seraya mengatakan, “Pantaskah aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari, no.3070)
Kedua: Beliau sering dipuji dan dido’akan kebaikan
Rasululalh shalallahu ‘alaihi wa sallam
Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam mengatakan, “Seandainya ada nabi setelahku maka ia adalah
Umar bin Khattab.” (HR. Tirmidzi, no.3686, lihat ash-Shahihah, no.327)
Beliau juga bersabda,
“Sungguh ada dari umat-umat sebelum kalian muhaddatsun (orang-orang yang diberi
ilham), dan apabila ada pada umatku ini maka ia adalah Umar.” (HR. Al-Bukhari,
no.3486)
Ketiga: Beliau adalah
orang yang ditakuti oleh setan.
Sa’ad bin Abi Waqqash
pernah bercerita, Suatu hari Umar pernah meminta izin untuk masuk dan bertemu
dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan di sisi belaiu ada
para wanita Quraisy yang sedang berbicara dan mengangkat suara lebih tinggi
dari suara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Umar meminta izin
untuk masuk, maka segera para wanita itu buru-buru memasang hijab, setelah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberi izin maka masuklah Umar dan
terlihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tertawa, maka Umar berkata,
“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuatmu tertawa, wahai Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Saya
heran melihat tingkah para wanita itu, tatkala mereka mendengar suaramu lantas
buru-buru mereka memasang hijab.” Maka Umar berkata, “Bahkan engkau lebih
berhak untuk disegani oleh mereka, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam.” Lalu Umar mengatakan kepada para wanita tersebut, “Wahai para musuh
jiwa-jiwa kalian, apakah kalian segan kepadaku sedangkan kalian tidak segan
kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam??!” Mereka menjawab, “Iya,
karena engkau lebih keras dibandingkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam.” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil
jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)
Keempat: Beliau sering mencocoki kehendak Allah
Subhanahu wa Ta’ala dalam beberapa kejadian.
Umar adalah orang yang apabila melihat sesuatu di
dalam mimpinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat-Nya membenarkan
apa yang ia lihat. Sahabat Umar pernah bercerita, “Aku mencocoki perkara Rabbku
dalam tiga perkara: (yang pertama) yaitu tatkala aku mengatakan wahai
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hendaklah maqom Ibrahim itu dijadikan
tempat shalat, maka turunlah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِذْجَعَلْنَا
الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ
مُصَلًّى
Dan jadikanlah sebahagian maqom Ibrahim sebagai tempat
shalat.” (QS Al-Baqarah: 125)
Dan (yang kedua)
tentang ayat hijab tatkala aku mengatakan: ‘Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa sallam seandainya engkau perintah istri-istrimu memakai hijab, karena yang
berbicara kepada mereka adalah orang yang baik maupun yang fajir’, maka turunlah
ayat hijab. Dan (yang ketiga) para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,
mereka berkumpul karena saling cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada
mereka (para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam) semoga Allah Subhanahu wa
Ta’ala menceraikan kalian dan menggantikan untuk nabi shalallahu ‘alaihi wa
sallam istri-istri yang lebih baik dari kalian, maka turunlah ayat semisal
dengna itu.” (HR. Bukhari, no.393)
Kelima: Keutamaan Umar bin Khattab yang lain
Merupakan wujud
ketakwaan seorang muslim adalah apabila dalam beribadah ia menggabungkan antara
khouf (takut) dan roja (berharap).
Umar bin Khattab pernah mengatakan, “Seandainya
seorang penyeru dari langit memanggil, ‘Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan
masuk surga seluruhnya kecuali satu orang’, maka sungguh aku takut bila itu
adalah diriku, dan seandainya sang penyeru itu mengatakan, ‘Wahai manusia,
sesungguhnya kalian semua akan masuk neraka kecuali seorang’, maka aku berharap
dia adalah diriku.” (Ash-Shabah: 154).
C.
KEMULIAAN UMAR BIN KHATTAB
Umar Bin Khattab merupakan seorang khalifah yang sangat terkenal,
kepemimpinannya merupakan suatu yang diimpi-impikan, perjalanan hidupnya
merupakan sebuah teladan yang diikuti. Banyak orang yang merindukan sosok
kepemimpinannya. Berikut ini adalah beberapa kemuliaannya.
1. Kesaksian Ali bin Abi
Thalib Tentang Umar bin Khattab
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mulaikah, ia pernah mendengar dariAbdullah
bin Abbas berkata: “Umar radiallahu’anhu ditidurkan diatas kasurnya (menjelang
wafatnya), dan para sahabat yang
berkumpul disekitarnya mendoakan sebelum
dipindahkan, ketika itu aku hadir ditengah-tengah orang tersebut. Aku terkejut
tatkala orang meemgang kedua pundakku dan ternyata dia adalah Ali bin Abi
Thalib.”
Ali berkata: “Engkau tidak pernah meninggalkan seseorang yang dapat
menyamai dirimu dan apa yang telah engkau lakukan. Aku berharap aku dapat
sepertimu tatkala aku menghadap Allah SWT. Demi Allah, bahwa aku sangat
yakin bahwa Allah akan mengumpulkanmu
bersama dua orang sahabatmu (Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq).”
2. Islam Bertambah Kuat
dengan Perantara Umar bin Khattab
Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wa sallam, mengabarkan
betapa besarnya pengaruh Islam pada masa Umar bin Khattab radiallahu’anhu.
Rasulullah SAW bersabda: “Aku bermimpi sedang mengulurkan timba kedalam sebuah
sumur yang ditarik dengan penggerek. Datanglah Abu Bakar mengambil air dari
sumur tersebut satu atau dua timba dan dia terlihat begitu lemah timbaan tersebut. Lalu setelah itu datanglah
Umar bin Khattab datang mengambil air sebanyak-banyaknya. Aku tidak pernah
melihat seorang pemimpin Abqari (Pemimpin yang begitu kuat), yangbegitu gesit
sehingga setiap orang bisa minum sepuasnya dan juga memberikan minuman tersebut
untuk onta-onta mereka.”
Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi lebih kuat setelah Umar bin
Khattab memeluk Islam.”
3. Umar bin Khattab adalah
Seseorang yang Mendapat Ilham
Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiallahu’anhu, Nabi
Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya diatara orang-orang sebelum kalian terdapat
sejumlah manusai yang mendapatkan ilham. Apabila salah seorang umatku
mendapatkannya, maka Umar lah orangnya.”
Dari hadist tersebut menjelaskan bahwa Umar bin Khattab merupakan orang
yang diberi ilham atau petunjuk seperti orang-orang Bani Israil yang telah
diberikan wahyu.
D.
TIPS-TIPS KEPEMIMPINAN UMAR BIN KHATTAB
Tips-tips kepemimpinan yang
dilaksanakan oleh Umar bin Khattab diantaranya adalah sebagai berikut:
·
Menerapkan seluruh isi AI-Qur’an.
·
Menjalankan petunjuk Rasulullah saw.
·
Tegas terhadap siapa saja.
·
Bertindak adil tanpa pandang bulu.
·
Jujur dalmn setiap tindakan.
·
Hidup dengan kesederhanaan.
·
Mencintai rakyatnya.
·
Selalu peduli terhadap kondisi rakyatnya.
·
Secara rutin melakukan pengontrolan terhadap
kehidupan rakyatnya.
·
Menunaikan semua hak bawahan dan
rakyatnya.
·
Memerintah dengan sikap keteladanan, bukan
sekedar kata perintah.
E. MENELADANI PERILAKU UMAR BIN KHATTAB
Sebagai sahabat Khalifah setealah Abu Bakar, Umar bin
Khattab memiliki ahlak yang luhur dan dapat diteladani oleh kita semua. Sifat
yang patut kita teladaani dari Umar bin Khattab antara lain:
1.
Pemberani
Sifat pemberani adalah
sifat dasar yang dimiliki Umar bin Khattab sebelum masuk Islam. Maka ketika beliau masuk Islam
sifat pemberani ini beliau arahkan dalam membela da`wah Rasulullah SAW. Orang
yang berani terang-terangan melakukan hijrah ke kota Madinah adalah Umar bin
Khattab.
Beliau malah menantang orang-orang kafir Quraisy dengan perkataan `Siapa
yang ingin istrinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim maka halangilah saya
untuk hijrah` dan tidak ada orang kafir Quraisy yang berani menghalangi Umar
bin Khattab melaksanakan hijrah.
2.
Sederhana
Umar adalah pribadi yang sederhana ketika telah masuk Islam. Hal ini bisa
dibuktikan ketika beliau menjabat sebagai khalifah. Umar tidak pernah tinggal
di sebuah istana, rumah mentereng ataupu gedung yang tinggi, tapi beliau
tinggal di sebuah bangunan sederhana dekat mesjid, dan lebih sering berada di
mesjid; bahkan beliau lebih sering tidur di atas pelepah kurma daripada kasur
yang empuk. Atau ketika beliau tidak melebihkan harta rampasan (ghanimah) yang
dibagikan diantara kaum muslimin.Ketika kaum muslimin dapat bagian satu kain
perorang untuk dibuat baju, maka Umar pun mengambil satu; dan itu tidak cukup
untuk bahan baju beliau yang memiliki badan yang besar, maka sebagai jalannya
ia meminta kepada anaknya Abdullah, agar bagian anaknya diberikan kepada Umar
untuk dibuat sebuah baju.Atau ketika ia berkunjung ke daerah taklukan, ia berjalan
dengan memakai pakaian yang sederhana dan terkesan kusam, diiringi oleh Patrik
Yerusalem, Sophronius menggambarkan kesederhanaan Umar; sungguh inilah
kesehajaan dan kegetiran yang dikabarkan oleh Daniel sang nabi ketika ia
berdiri di tempat suci ini.
3.
Adil
Umar juga dikenal
sebagai pemimpin yang adil. Hal ini dirasakan oleh seorang kakek Yahudi, yang
rumahnya berda di dekat mesjid. Pada saat itu Gubernur Mesir `Amr bin `Ash akan
melakukan pelebaran Mesjid, dan rumah orang Yahudi tersebut harus dibongkar.
Dengan kebijakan ganti rugi `Amr bin `Ash merayu orang yahudi tersebut untuk
pindah, namun dia enggan. Namun `Amr bin `Ash bersikeras untuk membongkar rumah
tersebut. Maka orang Yahudi tersebut mendatangi Khalifah Umar dan menceritakan
apa yang terjadi kepada dirinya.
4. Tegas
Salah satu bentuk
ketegasan Umar bin Khattab adalah ketika beliau memecat Khalid bin Walid
sebagai panglima perang dengan pemikiran bahwa Umar merasa takut kalaulah umat
Islam terlalu mendewakan Khalid bin Walid yang telah berhasil memimpin
pasukannya meraih kemenangan dalam beberapa pertempuran; dan hal itu diterima
dengan lapang dada oleh Khalid bin Walid.
5.
Loyalitas
Tinggi
Umar adalah orang yang
memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap Allah, Rasulullah saw, dan agama
Islam. Kecintaan terhadap Allah SWT dan agama Islam beliau buktikan dengan
menginfakkan setengah harta beliau untuk da`wah Rasulullah saw. Dan yang paling
mengharukan rasa cinta beliau adalah bagaimana ia tidak menerima kematian
Rasulullah saw; sampai ia menghalangi persiapan penguburan dan mengancam orang
yang berkata Rasulullah telah meninggal maka ia akan menemui ajalnya.
Para sahabat pun merasa
kebingungan dengan keadaan seperti ini. Hal ini sampai ke telinga Abu Bakar,
maka beliau berkata: “Barang siapa yang menyembah Muhammad, sungguh dia telah
meninggal; Tapi barang siapa yang menyembah Allah SWT, maka Dia itu hidup
selamanya takkan pernah mati.” Kemudian beliau membaca surat Ali-imran ayat
144. Mendengar itu Umar tersadar dan
menitikkan air mata pertanda kesedihannya.
6. Bertanggung Jawab
Umar bin Khattab adalah
seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Hal ini dibuktikan ketika beliau
selalu berpatroli mengontrol rakyatnya sambil memikul keperluan rakyatnya.
Pernah suatu waktu beliau melihat seorang ibu yang sedang membohongi anaknya
yang kelaparan dengan pura-pura menanak beras, padahal batu yang ada dalam
wadah tersebut. Melihat hal tersebut Umar mengambil gandum dan beliau pikul
sendiri.
Ketika pengawalnya
menawarkan untuk memikulnya, maka Umar berkata: “Apakah kamu akan menjerumuskan
aku ke dalam neraka karena telah menelantarkan rakyatku dan membiarkannya
kelaparan? Itu adalah salah satu bukti sifat tanggung jawab Umar sebagai
seorang pemimpin.”
F.
PEMERINTAHAN
DAN PERADABAN PADA MASA UMAR BIN KHATTAB
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan
Islam tumbuh dengan sangat pesat. Ada beberapa perkembangan peradaban Islam
pada masa khalifah Umar bin Khtthab, yakni:
a. Perkembangan
Politik
Pada masa khalifah Umar bin khatab, kondisi politik
islam dalam keadaan stabil, usaha perluasan wilayah Islam memperoleh hasil yang
gemilang. Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar Radhiallahu ‘anhu
segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah
berkembang terutama di Persia.
b. Perkembangan Ekonomi
Ada beberapa kemajuan dibidang
ekonomi antara lain :
§ Al kharaj
Kaum muslimin diberi hak menguasai
tanah dan segala sesuatu yang didapat dengan berperang. Umar mengubah peraturan
ini, tanah-tanah itu harus tetap dalam tangan pemiliknya semula, tetapi
bertalian dengan ini diadakan pajak tanah (Al kharaj).
§ Ghanimah
Semua harta rampasan perang (Ghanimah),
dimasukkan kedalam Baitul Maal Sebagai salah satu pemasukan negara untuk
membantu rakyat. Ketika itu, peran diwanul jund, sangat berarti
dalam mengelola harta tersebut.
§ Pemerataan zakat
Khalifah Umar bin Khatab juga
melakukan pemerataan terhadap rakyatnya dan meninjau kembali bagian-bagian
zakat yang diperuntukkan kepada orang-orang yang diperjinakan hatinya (al-muallafatu
qulubuhum).
§ Lembaga Perpajakan
Ketika wilayah kekuasaan Islam telah
meliputi wilayah Persia, Irak dan Syria serta Mesir sudah barang tentu yang
menjadi persoalan adalah pembiayaan, baik yang menyangkut biaya
rutin pemerintah maupun biaya tentara yang terus berjuang menyebarkan
Islam ke wilayah tetangga lainnya. Oleh karena itu, dalam kontek ini Ibnu
Khadim mengatakan bahwa institusi perpajakan merupakan kebutuhan bagi kekuasaan
raja yang mengatur pemasukan dan pengeluaran. Sebenarnya konsep perpajakan secara
dasar berawal dari keinginan Umar untuk mengatur kekayaan untuk kepentingan
rakyat.
c. Perkembangan
pengetahuan
Berkaitan dengan masalah pendidikan ini, khalifah Umar
bin Khatab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di
kota Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di mesjid-mesjid dan
pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang
ditaklukkan itu, mereka bertugas mengajarkan isi al-Qur'an dan ajaran Islam
lainnya seperti fiqh kepada penduduk yang baru masuk Islam.
Meluasnya kekuasaan Islam, mendorong
kegiatan pendidikan Islam bertambah besar, karena mereka yang baru menganut
agama Islam ingin menimba ilmu keagamaan dari sahabat-sahabat yang menerima
langsung dari Nabi. Pada masa ini telah terjadi mobilitas penuntut ilmu dari
daerah-daerah yang jauh dari Madinah, sebagai pusat agama Islam. Gairah
menuntut ilmu agama Islam ini yang kemudian mendorong lahirnya sejumlah
pembidangan disiplin keagamaan.
Pada masa khalifah Umar bin Khatab,
mata pelajaran yang diberikan adalah membaca dan menulis al-Qur'an dan
menghafalnya serta belajar pokok-pokok agama Islam. Pendidikan pada masa Umar
bin Khatab ini lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya. Pada masa ini
tuntutan untuk belajar bahasa Arab juga sudah mulai tampak, orang yang baru
masuk Islam dari daerah yang ditaklukkan harus belajar bahasa Arab, jika ingin
belajar dan memahami pengetahuan Islam. Oleh karena itu pada masa ini sudah
terdapat pengajaran bahasa Arab.
d. Perkembangan
Sosial
Pada masa Khalifah Umar ibn Khatthab
ahli al-dzimmah yaitu penduduk yang memeluk agama selain Islam dan berdiam
diwilayah kekuasaan Islam. Al-dzimmah terdiri dari pemeluk Yahudi, Nasrani dan
Majusi. Mereka mendapat perhatian, pelayanan serta perlindungan pada masa Umar.
Keharusan orang-orang Nasrani
menyiapkan akomodasi dan konsumsi bagi para tentara Muslim yang memasuki kota
mereka, selama tiga hari berturut-turut. Pada masa umar sangat memerhatikan
keadaan sekitarnya, seperti kaum fakir, miskin dan anak yatim piatu, juga
mendapat perhatian yang besar dari Umar bin Khathab.
e. Perkembangan
Agama
Keadaan agama Islam pada masa Umar bin Khatthab sudah
mulai kondusif, dikarenakan karena kepemimpinannya yang loyal, adil, dan
bijaksana. Pada masa ini Islam mulai merambah ke dunia luar, yaitu dengan
menaklukan negara-negara yang kuat, agar islam dapat tersebar kepenjuru dunia.
BAB 3
PENUTUP
A. KESIMPULAN
§
Setelah Rasulullah wafat, umat Islam berada di ambang
pintu perpecahan. Abu Bakar yang
saat itu berada dalam pihak yang benar, ketika melihat kondisi yang cukup
tegang, beliau berhasil menarik hati kaum Anshar dan mengawali pidatonya dengan
melunakkan hati Anshar dan menengakan keadaan. Barulah setelah itu ia
menyampaikan kebenaran akan hadits tentang siapa yang berhak dalam urusan
kekhalifahan ini. Kita semua tentu meyakini bahwa kita berada dalam jalan yang
benar. Namun dalam dakwah, Abu Bakar telah memberikan contohnya, bahwa
kebenaran haruslah disampaikan dengan cara yang benar sehingga tidak malah
menimbulkan perpecahan yang justru merugikan. Begitulah kebenaran yang
disampaikan dengan jalan yang tidak benar akan sulit untuk membuahkan kebaikan.
§
Sebagai sahabat Nabi tentu Abu Bakar memiliki ahlak
yang luhur dan dapat diteladani oleh kita semua. Sifat yang patut kita
teladaani dari Abu Bakar antara lain:
1. Kasih
sayang, suka menolong, dan dermawan
2. Rendah hati
3.
Berjiwa tenang
4.
Suka bermusyawarah
5.
Setia
6.
Bersikap tegas
7.
Terbuka untuk kritik
§
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh
dengan sangat pesat. Ada beberapa perkembangan peradaban Islam pada masa
khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yakni:
a.
Ilmu pengetahuan
b.
Sosial ekonomi
c.
Peradaban Islam
d.
Pengumpulan Al-Qur’a
§
Beliau adalah Abu Hafsh Umar al-Faruq bin Khattab bin
Nufail bin Abdil Uzza bin Adi bin Ka’ab bin Lu’aiy bin Ghalib al-Qurasy. Nasab
beliau bertemu dengan nasab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek
keempat yaitu Ka’ab bin lu’aiy bin Ghalib. Beliau digelari “al-Faruq” karena
beliaulah yang menampakkan Islam di Mekah, dan karenanya Allah Subhanahu wa
Ta’ala menampakkan secara jelas antara kekufuran dan kebatilan. Sahabat Ibnu
Abbas mengatakan, “Orang pertama yang berani menampakkan Islam di makkah adalah
Umar bin Khattab.” Beliau dilahirkan tiga
belas tahun setelah Tahun Gajah. Sebelum masuk Islam, Umar termasuk orang yang paling keras permusuhannya
terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
§
Keutamaan Umar Bin Al-Khattab adalah Beliau termasuk sahabat
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dijamin masuk surga, Beliau sering
dipuji dan dido’akan kebaikan Rasululalh shalallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau
adalah orang yang ditakuti oleh setan, Beliau sering mencocoki kehendak Allah
Subhanahu wa Ta’ala dalam beberapa kejadian.
§ Di antara keutamaan dan keistimewaan sahabat Umar yang lain adalah:
1.
Beliau termasuk sahabat
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dijamin masuk surga.
2.
Beliau sering dipuji dan
dido’akan kebaikan Rasululalh shalallahu ‘alaihi wa sallam.
3.
Beliau adalah orang yang
ditakuti oleh setan.
4.
Beliau sering mencocoki
kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beberapa kejadian.
5.
Keutamaan Umar bin Khattab
yang lain.
§ Kemuliaan
Umar bin Khattab
1.
Kesaksian Ali bin Abi Thalib tentang Umar bin Khattab
2.
Islam menjadi bertambah kuat dengan adanya Umar bin
Khattab
3.
Umar bin Khattab adalah seseorang yang mendapat ilham
§ Sifat yang
patut kita teladaani dari Umar bin Khattab antara lain:
a.
Pemberani
b.
Sederhana
c.
Adil
d.
Tegas
e.
Loyalitas tinggi
f.
Bertanggung jawab
§ Selama
pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Ada beberapa
perkembangan peradaban Islam pada masa khalifah Umar bin Khtthab, yakni:
a.
Perkembangan politik
b.
Perkembangan ekonomi
c.
Perkembangan pengetahuan
d.
Perkembangan sosial
e.
Perkembangan agama
DAFATAR PUSTAKA
Ibrahim
Hasan, Hasan. 2001. Sejarah dan
Kebudayaan Islam, Jakarta : Kalam Mulia
Mahmud Al
Aqqad, Abbas, 2001. Kejeniusan Abu Bakar. Jakarta: Pustaka
Azzam
Sjadzali,
Munawir. 1993. Islam dan Tata Negara
ajaran, sejarah dan pemikiran, Jakarta: UI-Press
Mustofa,
Murad. Kisah Umar bin Al-Khattab,
(Jakarta:Zaman, 2009). Hal 17-26
Aqqad, Abbas Mahmud. Keagungan
Umar bin Khattab. Solo: Pustaka Mantiq, 1992.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar